Dialog Akhir Tahun, RRI Sumatera Utara Usung "UU Desa dan Sistem Informasi Desa"

admin 01 Januari 2016 16:12:04 WIB

Kamis (31/12), RRI Sumatera Utara mengusung dialog akhir tahun dengan topik UU Desa dan Sistem Informasi Desa (SID). Dialog yang disiarkan langsung melalui RRI Pro 1 FM  menghadirkan empat orang narasumber berbeda,  yaitu perwakilan Bitra Indonesia (NGO penggiat pembangunan desa), Iswan Kaputra. Pengamat hukum dan pedesaan di sumatra utara, Siska Barimbing. BPD sekaligus pengelola SID Desa Bingkat kecamatan Pegajahan, Suyanti  dan Helmi Fachri yang merupakan operator SID Desa Tanjung Harap Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai.

Dipandu oleh Viktor Sitorus dialog yang berlangsung selama satu jam mengupas segala hal mengenai UU Desa dan sistem informasi desa dari sudut pandang narasumber.

Menanggapi sejauh mana pemahaman warga terhadap lahirnya UU Desa di Sumatera Utara, Siska Barimbing mengungkapkan era baru bagi desa di seluruh Indonesia, dimana dahulu desa hanya sebagai objek pembangunan, melalui UU Desa, desa menjadi subjek pembangunan. Desa tidak lagi menjadi satu subsistem pemeintahan kabupaten kota . Melainkan subsitem dari NKRI hal ini sangat sangat menguntungkan bagi desa. Bahkan dalam pasal  80 sampai 82 UU Desa porsi masyarakat sangat besar untuk berperan aktif dalam perencanaan, pembangunan bahkan pengawasan dan evaluasi dari pelaksanaan pembangunan di desanya.

Mengenai sistem informasi bagi desa, Iswan Kaputra mengingatkan Sistem Informasi Desa merupakan amanat UU Desa seperti yang terdapat pasal 86, dimana desa wajib memiliki sistem informasi desa dan kewajiban pemerintah kabupaten memfasilitasinya.

Substansi dari aplikasi Sistem Informasi Desa (SID)  ini adalah hal yang sangat penting karena bentuknya online, didalamnya terdapat database kependudukan di desa, analisis kemiskinan partisipatif sehingga bantuan-bantuan nanti tidak lagi tidak tepat sasaran.

Mempromosikan desa untuk menarik kerja sama pihak luar dengan menampilkan potensi dan sumber daya yang ada di desa. Selain itu, juga memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi dan publik dari pemerintahan desa kepada masyarakatnya sehingga terciptanya pelayanan prima bagi masyarakat dengan penggunaan sistem informasi desa (SID) ini. Terdapatnya sistem pengaduan/komplain melalui media terdekat dengan masyarakat yakni, pengaduan/komplain melalui SMS.

Harapan pada pemerintah untuk pembangunan desa dan juga agar semua desa di  Sumatera Utara menggunakan SID , Suyanti Operator sekaligus BPD Desa Bingkat mengungkapkan dengan adanya UU Desa, desa sudah memiliki kedaulatan dalam perencanaan dan pembangunan, janganlah terlalu diperketat atau biarkanlah desa dengan keadaan desanya sendiri, jadilah pengawas yang baik.

Pada kesempatan yang sama, Helmi Fachri mengungkapkan desanya merasa beruntung telah di fasilitasi Bitra Indonesia dalam penggunaan aplikasi SID, ia juga berharap agar pihak pemerintahan provinsi Sumatera Utara  memfasilitasi penggunaan aplikasi sistem informasi ini pada 5800-an desa lainnya di Sumatera Utara guna mempercepat pelayanan administrasi bagi masyarakat, pengembangan promosi potensi dan sumber daya desa sebesar-besarnya, keakuratan data kependudukan yang menjadikan program pemerintah lebih tepat sasaran, meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan dan percepatan sosialisasi pembangunan desa dengan penggunaan SMS gateway seperti yang terdapat pada aplikasi SID ini.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

       Selamat dan Sukses

gambar

Ir. H Soekirman           Darma Wijaya,SE
Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai Periode 2016-2021


Pesan Redaksi :


Layanan Mandiri


Silahkan hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Kemitraan

       IKLAN USAHA DESA

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Desa Tanjung Harap

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung